Minggu, 11 Mei 2008

Sumber Pengetahuan


LAPORAN HASIL 
DISKUSI TENTANG SUMBER PENGETAHUAN*


Pengetahuan dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah disadari atau diketahui. Menurut Mujamil Qomar (Epistemologi Islam. 2005); 
Ilmu adalah hasil karya manusia yang diberbagai zaman dan tempat yang masing-masing dipengaruhi oleh gaya pikir yang terus berevolusi sedangkan Ilmu pengetahuan adalah suatu sistem yang dikembangkan manusia untuk mengetahui keadadan dan lingkungan serta menyesuaikan diri dengan lingkunganya atau lingkunag menyesuaikan diri dengan dirinya dalam rangka setrategi hidup.

Pengetahuan manusia bersumber tiga hal, yang pertama adalah wahyu, Agama, Mitos ataupun Kepercayaan. Wahyu adalah suatu sistem keyakinana dalam diri manusia yang bersifat abstrak dan berasal dari tuhan dan ini berkaitan erat dengan agama dan biasanya tertuang didalam suatu kitab Suci ( Al-Qur’an untuk agama Islam). Dalam hal ini wahyu adalah suatu sumber pengetahuan tertinggi karena berasal dari Tuhan. Sedangkan Mitos adalah sumber pengetahuan yang berasal dari keyakina atau kepercayaan terhadap suatu hal yang gaib (Nyi Loro Kidul).
Kedua, Filsafat, Penalaran, Logika ataupun Rasionalisme. Dalam hal ini pengetahuan bersumber dari akal budi (rasional) manusia ataupun penalaran. Sedangkan Rasionalisme adalah suatu paham yang meyatakan bahwa ilmu pengetahuan itu harus dapat dibuktikan dengan akal pikiran manusia jadi ilmu pengetahuan tersebut dapat diakui secara nyata (gaya grafitasi).
Ketiga, Indrawi, Pengalaman ataupu Empirisisme. Pengetahun dalam hal ini bersumber dari pengalama yang diperoleh dari mengindra mengunakan panca indra baik secara langsung maupun tidak langsung. Empirisme adalah paham yang mempercayai bahwa pengalaman merupakan metode utama dalam memperoleh pengetahuan, pengetahuan tersebut dapat berupa pengalaman lahiriah maupun pengalaman batiniah (merasakan panas ketikan mendekati bara api). Dan sumber Pengetahuan yang dari kolaborasi antara Penalaran atau logika (Rasionalisme) dengan Pengalaman Indrawi (Empirisisme) disebut aliran Kritisisme.
Hubungan antara sumber pengetahuan yang bersal dari wahyu dengan akal adalah jika ilmu (akal) dikembangkan tanpa petunjuk agama (wahyu) mengakibatkan seseorang menabrak suatu pantangan, sedangkan agama(wahyu) tanpa bantuan ilmu tidak bisa dijelaskan secara logis, rasional dan memuaskan. Sama halnya dengan pengetahuan yang berasal dari penalaran dan pengalaman akan menghasilkan suatu produk dari pengetahuan berupa Ilmu atau sains. Guna menginformasikan dan mengungkapkan Ilmu tersebut makan dikemaslah dalam suatu Teori-teori dengan bahasa sebagai bingkainya. Agar suatu ilmu dapat berguna bagi manusia maka diterapkanlah melalu teknologi. Adapun ciri-ciri suatu ilmu adalah berobjek,bermetode,bersistem, universal, dan kebenaran dapat dipertangungjawabkan.
Selain itu pula comen sains dan ilmu populer merupakan salah satu sumber bagi pengetahuan. 




“Pengetahuan tertinggi berasal dari Tuhan dan Pengetahuan adalah Ilmu, tetapi Ilmu belum tentu pengetahuan”
  






Referensi;
Qomar, Mujamil. 2005. Epistemologi Pendidikan Islam dari Metode Rasional hingga Metode Kritik. Jakarta: Erlangga.
Catatan Harian mata Kuliah Sains dan Pendidikan pada semester I dengan dosen pengampu Prof. Suyata, Ph.D.
Catatan Harian mata Kuliah Epistemologi Pendidikan pada semester II dengan dosen pengampu L.Hendra Wibowo, M.Pd. 

Tidak ada komentar: